Budaya
Tradisi Ontal - Ontal Masih Dijaga Warga Desa Tolbuk di Setiap Lamaran dan Pernikahan
11 January 2026
Diposting oleh Admin
Tradisi ontal-ontal hingga kini masih lestari dan dijaga dengan penuh kesadaran oleh masyarakat Desa Tolbuk, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan, Madura. Di tengah arus modernisasi yang semakin kuat, warga Tolbuk tetap memegang teguh adat leluhur yang diwariskan secara turun-temurun. Tradisi ontal-ontal tidak sekadar menjadi pelengkap dalam rangkaian acara lamaran dan pernikahan, melainkan memiliki makna simbolik yang mencerminkan nilai kebersamaan, kesopanan, serta penghormatan antar keluarga di Tolbuk.
Dalam setiap prosesi lamaran, ontal-ontal selalu dihadirkan sebagai bentuk kesungguhan pihak laki-laki kepada keluarga perempuan. Warga Tolbuk meyakini bahwa ontal-ontal menjadi simbol niat baik, kejujuran, dan tanggung jawab. Oleh karena itu, tradisi ini tidak pernah ditinggalkan, baik dalam acara sederhana maupun pernikahan yang digelar secara besar-besaran. Menurut tokoh masyarakat Tolbuk, ontal-ontal adalah warisan budaya yang menyatukan keluarga besar, tetangga, dan kerabat dalam satu ikatan sosial yang harmonis.
Pelaksanaan tradisi ontal-ontal di Tolbuk biasanya dilakukan dengan melibatkan banyak warga. Mulai dari persiapan bahan, proses pembuatan, hingga penyajian ontal-ontal, semuanya dikerjakan secara gotong royong. Nilai kebersamaan inilah yang membuat tradisi tersebut tetap hidup. Di Tolbuk, suasana menjelang lamaran dan pernikahan selalu dipenuhi semangat saling membantu, mencerminkan karakter masyarakat Madura yang menjunjung tinggi solidaritas. Tradisi ini juga menjadi sarana silaturahmi antarwarga Tolbuk, sehingga hubungan sosial tetap terjaga.
Di wilayah Klampis, khususnya di Tolbuk, ontal-ontal bukan hanya makanan adat, tetapi juga penanda identitas budaya lokal. Warga Klampis melihat tradisi ini sebagai pembeda dengan daerah lain, sekaligus kebanggaan yang harus dijaga. Meski berada di Kecamatan Klampis yang terus berkembang, masyarakat Tolbuk tetap konsisten mempertahankan ontal-ontal sebagai bagian dari adat pernikahan. Hal ini menunjukkan bahwa kemajuan zaman tidak selalu menghapus nilai-nilai tradisional yang telah mengakar kuat di Klampis.
Keberadaan tradisi ontal-ontal juga memperkaya khazanah budaya Kabupaten Bangkalan. Sebagai salah satu wilayah di Madura, Bangkalan dikenal memiliki beragam tradisi adat yang masih bertahan hingga kini. Ontal-ontal dari Tolbuk menjadi bagian dari mozaik budaya Bangkalan yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat Madura. Pemerhati budaya di Bangkalan menilai bahwa tradisi semacam ini perlu terus dikenalkan kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh budaya luar.
Bagi masyarakat Tolbuk, menjaga tradisi ontal-ontal bukan sekadar mempertahankan kebiasaan lama, tetapi juga bentuk penghormatan kepada leluhur. Tradisi ini diajarkan sejak dini kepada anak-anak Tolbuk, agar mereka memahami makna adat dalam kehidupan sosial. Dengan demikian, ontal-ontal tidak hanya hadir dalam setiap lamaran dan pernikahan, tetapi juga hidup dalam ingatan kolektif masyarakat Tolbuk, Klampis, dan Bangkalan sebagai identitas budaya Madura yang tetap lestari.