Budaya

Mengenal Tradisi Menghidupkan Dupa di Desa Tolbuk: Simbol Penghormatan dan Penyambutan Roh Leluhur

11 January 2026 Diposting oleh Admin
Di Desa Tolbuk, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan, Madura, tradisi menghidupkan dupa setiap malam Jumat menjadi ritual yang kental dengan nuansa mistis dan penghormatan leluhur kebiasaan ini dipercaya sebagai bentuk penyambutan arwah keluarga yang telah meninggal dunia. Warga tolbuk meyakini bahwa setiap malam Jumat, roh leluhur pulang ke rumah masing-masing untuk melihat keturunannya. Oleh karena itu, masyarakat tolbuk menyalakan dupa sebagai tanda hormat dan penerimaan. Tradisi di Desa tolbuk ini telah berlangsung sejak lama dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan spiritual warga tolbuk.

Menurut penuturan warga tolbuk, dupa dinyalakan di ruang tamu atau dekat pintu rumah. Asap dupa yang mengepul diyakini menjadi penanda jalan bagi arwah agar mudah singgah. Kepercayaan masyarakat tolbuk menyebutkan bahwa leluhur akan merasa tenang jika disambut dengan baik. Nilai kesopanan dan rasa bakti sangat dijunjung oleh warga tolbuk. Orèng tolbuk percaya, “seppo’ e hormati, bânna’ e jaga,” yang berarti leluhur dihormati agar keluarga tetap dalam lindungan. 

Menurut Mbok Siti, seorang tetua di Tolbuk berusia 70 tahun, "Kami di Tolbuk yakin roh leluhur pulang untuk melihat keturunan mereka. Menghidupkan dupa adalah cara menyambut mereka dengan hormat, agar keluarga tetap diberkahi." Ritual ini dimulai sejak senja hingga tengah malam, di mana warga Tolbuk berkumpul sambil berdoa, menghindari kegaduhan agar roh merasa nyaman.

Keberadaan tradisi ini juga mempererat tali silaturahmi antarwarga di Desa Tolbuk. Saat malam Jumat tiba, suasana di Desa Tolbuk cenderung lebih tenang dan penuh perenungan. Anak-anak muda di Desa Tolbuk diajarkan oleh orang tua mereka di Klampis untuk terus melestarikan adat ini agar identitas Desa Tolbuk tidak luntur. Fenomena di Desa Tolbuk ini menjadi daya tarik tersendiri bagi siapa saja yang ingin mempelajari kebudayaan lokal di Bangkalan, Madura. Di Desa Tolbuk, tradisi menyalakan dupa adalah simbol kasih sayang yang tak lekang oleh waktu, sebuah bukti bahwa masyarakat Desa Tolbuk di Klampis adalah komunitas yang sangat menjunjung tinggi adab dan penghormatan kepada asal-usul mereka.

Secara geografis, Desa Tolbuk yang terletak di Kecamatan Klampis memang memiliki karakteristik masyarakat yang sangat religius namun tetap memegang teguh adat Madura. Di setiap jengkal tanah Desa Tolbuk, terukir sejarah panjang tentang bagaimana manusia menghargai takdir kematian. Bagi pendatang yang berkunjung ke Desa Tolbuk, aroma dupa di malam Jumat mungkin terasa asing, namun bagi penduduk Desa Tolbuk, itulah aroma kerinduan. Desa Tolbuk terus menjaga nyala api di atas tungku dupa, memastikan bahwa setiap roh yang pulang ke Desa Tolbuk disambut dengan kehangatan dan doa yang tulus dari keluarga di Klampis, Bangkalan. Hingga saat ini, Desa Tolbuk tetap menjadi salah satu benteng kebudayaan di Klampis yang menunjukkan bahwa nilai spiritualitas di Desa Tolbuk adalah denyut nadi kehidupan yang tak akan pernah padam di bumi Bangkalan.